Krisis paru baya ? Dulu beberapa teman seniorku sering berkeluh kesah tentang rumah tangganya,saat itu aku hanya bisa memberi support dan menyuruhnya bersabar dan lebih mendekatkan diri pada sang Khalik.Mereka mengeluh tentang suami mereka.Aku yang masih tergolong muda saat itu hanya bengong mendengar masalah mereka.Kok bisa ya setelah bertahun tahun menikah ternyata menyimpan masalah dengan pasangannya.Mengapa dulunya harus menikah kalau tahu sang pasangan tak sempurna ? Mengapa harus menyiksa diri dengan dibelenggu perasaan seperti itu ? Bodoh sekali......
Astagfirullah...kini perasaan itu melandaku.Tiba tiba saja aku menyadari ("seolah") bahwa aku merasa dizolimi .Diumur 45 tahun seakan aku menyadari aku telah dizolimi oleh suamiku sendiri.Setelah menikah 20 tahun! 20 tahun ! Rentang waktu yang panjang.
Berawal dari obrolan dengan istri bosnya bahwa sidia yang kehilangan dompet beserta seluruh ATMnya."Jadi bu Zamzam gak pegaang ATM gajinya ?" tanya ibu Bos suamiku dengan terkejut."Ya gak lah""Mungkin dia berfikir karena aku punya gaji sendiri "kataku tersenyum kecut."O...semestinya gaji itu hak istri"katanya.
Sejak percakapan itu perasaanku terusik.Perasaan seorang istri merasa terzolimi karena tak pernah diberi kepercayaan memegang uang.Tiba tiba saja naluriku berontak.Memang selama perkawinan dia tak pernah secara eksplisit menyerahkan penghasilannya.Segala kebutuhan anak anak mulai dari bayi sampai mereka SMA.Kini setelah anak anak kuliah diluar jadi berbeda.Haruskah aku membicarakan kejelekan suamiku sendiri ? Atau akukah yang terlalu berlebihan ?Atau...akukah yang sedang dilanda krisis parubaya ?
Ya ..Robb berilah petunjukMu !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar