Sepertinya tak terbantahkan perkataan Imam.Hal ini benar benar kami alami selama Rhamadhan 2012/1433 H .Berawal dari sebidang tanah di Kerabut Pangkalpinang yang kami beli tahun 1993 silam.Ketika kami membeli tanah tersebut kawasan Kerabut adalah kawasan pinggiran yang lebih tepat dikatakan tempat jin buang anak karena terletak dikawasn pinggiran sungai Kerabut.Cukup luas sih berukuran 25m2 x 100m2.Bahkan saking pinggirannya waktu itu saya sempat menawarkan gratis kepada adik ipar saya untuk membangun rumah dikawasan tersebut.Berapa sih habis untuk satu rumah paling paling
15m2x 25m2 pikir saya.Tapi apa jawabnya ?
"Wah Yuk sepi....saya sudah melihatnya bersama anak anak Pramuka hiking ke S.Kerabut"
Sepi alasannya.Ya sudah gak maksa.Memang masih sepi waktu itu blm banyak rumah penduduk meskipun akhirnya kini mereka membangun rumah di daerah Kampak yang menurut saya masih juga "sepi "Itu waktu kawasan tersebut belum masuk kota madya Pangkalpinang.
Itu dulu...kini setelah daerah tersebut masuk kawasan Kota Pangkalpinang semuanya menjadi berharga.Perluasan kota mengarah ke kawasan Kerabut.Beberapa perumahan Real Estate telah dan akan dibangun .Yang menjadi masalah sekarang,yang mengusik ketenangan kami adalah tanah sebelah kami yang notabene milik teman suami telah dijual kepada pihak lain sedangkan dia sendiri blm pernah melihat lokasi tsb.Tentu saja sang "pembeli' tak tahu apa apa hanya berbekal surat tanah.Tentu saja kami sekeluarga terkejut alang kepalang ketika datang setelah lebaran ada pihak menebas pohon di area kami tanpa memberitahu terlebih dahulu.Masih dalam keadaan terkejut suami tercinta menghubungi "teman "pemilik tanah tsb.Apa jawabnya ?
"Silahkan hubungi pembeli tanah tersebut ..." Masya Allah....siapakah yang tak beres ? Penjual atau pembeli ?Nah....Pepatah Imam Ali terbukti minggu minggu ini kami disibukkan dengan KEPEMILIKAN tanah tersebut.Benar benar mengusik ketenangan kami.Bahkan terkadang diskusi dengan suami sempat menimbulkan ketegangan.ASTAGHFIRULLAHALAZIIM !!!O
Tidak ada komentar:
Posting Komentar